Friday, 23 December 2016

PENTINGNYA KONJUNGSI ATAU KATA PENGHUBUNG


Akhir-akhir ini sering kita jumpai hal yang menarik mengenai penggunaan bahasa, fenomena paling dekat adalah seperti kasus viki, atau kasus yang cukup menguras tenga bagi masyarakat yaitu tentang penistaan agama oleh gubernur DKI Jakarta.

Semuanya membahas tentang bahasa namun pada kesempatan ini saya hanya ingin membahas tentang Konjungsi atau Kata penghubung, kata Penghubung cenderung tidak memili arti penting namun menjadi sangat penting ketika digunakan dalam struktur kalimat, karena bisa sangat mempengaruhi makna dan maksud sebuah kalimat, untuk lebih jelasnya ayo kita bahas bersama.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :

konjungsi
/kon·jung·si/ n 1 Ling kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat; 2 Astron pertemuan atau papasan semu antara dua benda angkasa atau lebih dalam derajat rasi yang sama;
-- koordinatif Ling konjungsi yang menggabungkan kata atau klausa yang berstatus sama, misalnya dan, tetapi, atau;
-- subordinatif Ling konjungsi yang menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat atau menghubungkan bagian dari kalimat subordinatif.


Kata Konjungsi Koordinatif :

Contoh: dan, namun, tetapi, atau, padahal, sedangkan, dan serta.
Contoh kalimat:
1. Ayah membeli Roti, Mentega, dan Selai.
2. Bambang ingin membeli mobil, sedangkan Toki ingin membeli ponsel.
3. Dimas bingung ingin memilih jurusan RPL atau TKJ.
4. Farhan harus melunasi kreditnya atau sepeda motornya akan disita.
5. Ia masih belum lancar berhitung, padahal ia sudah kelas lima SD.
6. Ia meminjam uang lagi, padahal hutang yang sebelumnya belum dilunasi.
7. Yanti ingin kuliah, tetapi ia tidak punya uang.
8. Danu adalah anak orang kaya, tetapi ia tidak sombong.
9. Dita berangkat sekolah menggunakan bus, sedangkan Fani berjalan kaki.
10. Mustofa dan Irfan mendapat teguran dari sekolah karena tiga hari berturut-turut tidak berangkat sekolah tanpa keterangan.

Kata Konjungsi subordinatif :
Contoh:
jangankan …, … pun
baik … maupun
sedemikian rupa … sehingga
bukan hanya …, melainkan
tidak hanya …, tetapi juga
apakah … atau
Contoh kalimat:
1. Jangankan motor, mobil pun bisa ia beli.
2. Baik Lena maupun Reina, keduanya sama-sama pintar bahasa Inggris.
3. Sedemikian rupa bangunan itu dibangun sehingga pondasinya sangat kuat.
4. Vania bingung apakah tetap tinggal di rumah itu atau harus pindah.
5. Rahman tidak hanya bekerja sebagai guru, tetapi juga sebagai pengusaha.
Kata Konjungsi Subordinatif
Konjungsi ini merupakan kebalikan dari konjungsi koordinatif. Fungsinya yaitu sebagai penghubung antar unsur kalimat yang tidak sama kedudukannya.
Contoh: kalau, jika, bila, tanpa, bahwa, walaupun, meskipun, biarpun, yang, sebab, karena, sampai, sehingga, seolah-olah, seperti, andaikan, seandainya, selama, sebelum, sesudah, semenjak, saat, ketika, dengan, dan tanpa.
Contoh kalimat:
1. Jika punya cukup uang, ia akan membeli sepeda motor.
2. Ardi makan bakso tanpa sambal.
3. Meskipun bekerja sebagai pemulung, ia mampu berkurban.
4. Seandainya tidak hujan, Caca akan main ke rumah Sisi.
5. Somad dipecat oleh bosnya karena sering terlambat masuk kerja.
6. Tri sudah bisa mengendarai sepeda sejak usia 5 tahun.
7. Intan belajar selama 1 jam.
8. Robi belajar dengan sungguh-sungguh.
9. Irwan tidur ketika hujan.
10. Erwin membiasakan diri belajar sebentar setelah salat subuh.

Bayangkan jika kalimat kalimat diatas tidak memiliki kata penghubung maka kalimatnya akan menjadi aneh untuk dibaca. Walaupun tidak terlalu berpengaruh dalam kalimat tetapi kita juga harus selektif dalam menghilangkan kata konjungsi karena bisa terjadi salah faham antara maksud pemasang iklan dan pembaca iklan tersebut.
Demikian sedikit penjelsan dari saya semoga bermanfaat. Terimakasih

Referensi : 
http://www.terpelajar.com/
http://kbbi.web.id

No comments:

Post a Comment